Dikutip dari Sindo, 06 Juli 2008
Pak Safir,
Beberapa minggu yang lalu saya terkena pengurangan karyawan di tempat saya bekerja. Dan sedihnya saya hanya mendapatkan uang pesangon yang bisa dibilang sangat kecil sekali. Lalu, untuk mencari pekerjaan lagi kan agak susah dengan hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan yang saya miliki. Oleh karena itu sekarang saya ingin mencoba membuka usaha sendiri dengan modal yang saya peroleh dari uang pesangon itu. Besarnya gak lebih dari 74 juta pak. Yang jadi kebingungan saya jenis usaha apa yang cocok. Sebagai gambaran, saya sangat menyukai jenis perdagangan tapi dalam skala yang kecil-kecilan aja. Di otak sih banyak banget ide yang mau dituangkan pak, diantaranya rencana untuk berdagang seperti membuka toko busana untuk pakaian dalam wanita atau peralatan memasak. Semua itu karena saya kenal dengan distributornya. Tetapi masalahnya, di mana saya harus membuka toko? Sempat juga ada ide ingin buka air minum isi ulang. Mohon curahan idenya untuk saya ya pak. Terima kasih banyak sebelumnya.
Sutandi – Daan Mogot, Jakarta Barat
Jawaban:
Mas Sutandi,
Hal yang sangat tidak enak buat kita semua kalau jadi karyawan adalah kalau kita kena PHK. Dan lebih sedihnya lagi kalau baca cerita Anda, pesangon yang diterima kok kayaknya nggak sesuai dengan apa yang sudah Anda kasih selama ini ke perusahaan. Saya ikut prihatin. Saran saya sih, coba jadikan PHK itu sebagai langkah awal dalam memulai karier yang baru yaitu dengan membuka usaha sendiri. Karena nggak sedikit dari mereka yang kena PHK dan membuka usaha sendiri malah jauh lebih berhasil dibanding waktu mereka jadi karyawan. Ini karena usaha bisa ngasih Anda penghasilan yang lebih tidak terbatas yang – kalau bisa dikelola dengan baik – bisa membantu Anda pensiun lebih cepat kalau Anda mau. Ya nggak?
Memang sih, buat mereka yang belum pernah buka usaha, membuka usaha baru sangat tidak gampang. Dan biasanya yang jadi masalah adalah bahwa kita seringkali bingung memilih jenis usaha apa yang cocok. Gini aja deh… mm.. saya akan coba kasih beberapa tips dalam memilih usaha. Pertama, dari hobi atau hal yang disukai. Misalnya, kalau Anda selama ini hobinya utak atik mesin mobil, Anda bisa coba buka usaha di bidang perbengkelan. Kalau Anda suka elektronik, Anda bisa membuka usaha bidang reparasi alat-alat elektronik atau jual beli alat-alat listrik. Pokoknya semacam itu. Kenapa? Karena kalau kita sudah hobi sesuatu, kita biasanya akan jadi lebih nyaman mengerjakannya, biarpun usaha itu ibaratnya belum menghasilkan keuntungan. Itu yang pertama, yaitu dari hobi. Yang kedua, Anda juga bisa menjalankan usaha dari bidang yang memang Anda kuasai atau Anda memang punya pengalaman . artinya usaha tersebut dikenali seluk-beluknya dan Anda punya pengalaman di bidang itu. Mungkin dari pengalaman kerja Anda selama ini bisa juga kok jadi peluang usaha. Biasanya, usaha yang berangkat dari pengalaman, risiko kegagalannya akan jadi kecil karena sudah paham dan menguasai.
Naah, setelah Anda pilih bidang, langkah berikutnya adalah dengan memperkirakan bagaimana kemampuan Anda saat ini dalam menjalankan usaha itu. Kemampuan itu meliputi modal usahanya, aspek teknis dan keahlian, pengelolaan keuangan, bagaimana strategi pasarnya, dan lain-lain. Kalau Anda suka usaha dagang seperti yang Anda cerita di atas tadi, maka Anda bisa mulai dari situ kok. Usaha dagang dan memproduksi barang biasanya memerlukan modal lebih tinggi dibandingkan usaha jasa. Dengan modal yang Anda miliki saat ini, jumlahnya kayaknya sudah cukup besar kok. Apalagi Anda sudah punya kenalan distributornya, sehingga banyak barang dagangan yang bisa dibeli secara tunai atau dengan sistem konsinyasi (dibayar setelah barangnya laku terjual).
Saran saya, untuk membuka jalan usaha Anda, cari deh peluang pasarnya dulu, baru kemudian dengan mencari produk yang dijual. Untuk mencari peluang pasar, Anda juga bisa mencarinya di tabloid, majalah bisnis, internet, komunitas bisnis dan lain sebagainya. Masalah tempatnya, bisa saja Anda menyewa tempat usaha yang dekat dengan pasar atau bisa juga di depan rumah dan mempromosikannya bisa lewat brosur atau iklan sederhana di media masa atau internet.
Nah, saya rasa cukup ya buat pencerahannya. Salam.
Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan
Sumber: perencanakeuangan